loading...

Translate

Archives

Thank Benefactors

Home » , , , » Frozen, Lego dan Peabody: Bukan Animasi Biasa

Frozen, Lego dan Peabody: Bukan Animasi Biasa

Jangan anggap enteng film animasi sekarang, mereka punya konten ‘berat’


Ya, jika selama ini (dan hingga beberapa bulan lalu) kita masih menganggap kalau film-film animasi seperti Frozen, The Lego Movie dan yang sekarang masih diputar, Mr. Peabody & Sherman adalah film animasi anak-anak belaka, maaf, kita salah besar!

Momen pandangan pertama tak berlaku buat 'Frozen'

Frozen terbilang film feature animasi Disney paling dewasa. Kenapa? Meski ditokoh-utamai dua putri kerajaan bertubuh seksi bak sosok animasi Sailor Moon, skrip yang diusung justru mengajarkan kalau ‘cinta pada pandangan pertama itu hanyalah khayalan’!

Putri Anna (Kristen Bell) dikisahkan bertemu dan jatuh cinta pada Hans, pangeran negeri lain, begitu mengobrol untuk pertamakalinya. Sampai akhirnya keduanya memutuskan untuk langsung menikah, melangkahi Putri Elsa, sang kakak.

Tak disangka, sederet adegan berikutnya kerap memunculkan dialog renyah ‘Nggak mungkin menikah dengan orang yang baru Anda kenal sekilas’. Jelas ini meluluh-lantakkan stereotip kisah putri-putri Disney sebelumnya yang berpola ‘Putri jatuh cinta pada pria atau pangeran, bla-bla–bla mesra, bertarung dengan rintangan dari sosok antagonis, sang pujaan hati menang dan akhirnya happily ever after’!

Dianggap Tak Eksis

Emmet 'The Lego Movie' sosok tamparan untuk semua bocah laki-laki

Jika Frozen memporak-porandakan semua fantasi anak-anak perempuan, The Lego Movie mengobrak-abrik fantasi dunia anak laki-laki. Emmet (Chris Pratt), si tokoh utama, adalah sosok tipikal pekerja yang menganggap dirinya menyenangkan di tempat kerja, tapi ternyata dirinya dianggap tak eksis oleh rekan-rekan kerjanya!

Jelas itu sindiran tajam. Bayangkan, anak-anak kecil seusia elementary harus mengunyah konten tersebut. Memang sederet aksi ‘lego’ langsung menutupinya, tapi jelas kalau semua anak laki-laki sekarang berhadapan dengan kondisi tersebut. Bagus untuk pembelajaran, pembelajaran yang ‘cukup tajam’, tentunya.

Terakhir, Mr. Peabody & Sherman. Sekilas film animasi yang diangkat dari segmen serial animasi The Rocky and Bullwinkle Show era 1960an ini begitu konyol-jenaka, tapi tak disangka punya ‘isi’ yang tak biasa.

Anjing pintar dengan anak laki-lakinya.

Mr. Peabody, ‘seorang’ anjing pintar memiliki anak manusia, Sherman. Bayangkan: ‘seorang’ anjing memiliki seorang anak manusia dan sangat sayang pada anaknya tersebut! Tonjokan tajam buat para ayah di seluruh dunia…

Jadi, lupakan paradigma usang yang menganggap kalau film animasi adalah film anak-anak sepele belaka. Sekarang, mereka mengajarkan realita kehidupan yang tak remeh.



0 Comment:

Post a Comment

Share on Social Media